Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Bersama Second Chance Foundation Peringati Hari Nelson Mandela Internasional 2026, Perkuat Rehabilitasi dan Reintegrasi Sosial

Tangerang, 20 Juli 2026 – Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Peringatan Hari Nelson Mandela Internasional Tahun 2026 dengan mengusung tema “It’s Still in Our Hands to Combat Poverty and Inequity”, Senin (20/7). Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Second Chance Foundation, dan Kedutaan Besar Republik Afrika Selatan di Indonesia sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat sistem pemasyarakatan yang humanis, berkeadilan, dan berorientasi pada rehabilitasi.

Acara dihadiri oleh Duta Besar Republik Afrika Selatan untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN H.E. Mpetjane Kgaogelo Lekgoro, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Dr. Gun Gun Gunawan, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Yan Rusmanto, Founder Second Chance Foundation Evy Amir Syamsudin, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten beserta jajaran, serta para mitra dari berbagai instansi dan organisasi.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat Nelson Mandela Rules sejalan dengan transformasi Pemasyarakatan Indonesia yang menempatkan lembaga pemasyarakatan tidak hanya sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai ruang pembinaan, pembelajaran, dan persiapan reintegrasi sosial bagi warga binaan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi advokasi mengenai penerapan Nelson Mandela Rules. Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Dr. Gun Gun Gunawan, memaparkan pentingnya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak warga binaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang selaras dengan Nelson Mandela Rules, Bangkok Rules, dan berbagai instrumen hak asasi manusia internasional. Beliau menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan harus terus mengedepankan rehabilitasi, reintegrasi sosial, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Founder Second Chance Foundation, Evy Amir Syamsudin, turut menyampaikan materi mengenai implementasi Nelson Mandela Rules dalam reformasi pemasyarakatan Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari selesainya masa pidana, tetapi dari keberhasilan warga binaan kembali menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan diterima masyarakat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai bentuk implementasi nyata dari nilai-nilai tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan kemandirian bagi warga binaan. Selanjutnya, seluruh tamu undangan melakukan kontrol keliling meninjau berbagai fasilitas pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, meliputi blok hunian, Klinik Pratama, Dapur Sehat, serta area kegiatan kerja (Giatja). Peninjauan ini bertujuan melihat secara langsung pelaksanaan pembinaan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta program pemberdayaan yang mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan.

Melalui peringatan Hari Nelson Mandela Internasional Tahun 2026 ini, Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin humanis, inklusif, dan berdampak bagi keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan.

Pos terkait