Koranbanten.com- Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 83 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Lingkungan Masyarakat pada 9 Agustus 2026 di Kampung Cemplang, Desa Cempaka. Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua KKM Kelompok 83 yang juga memiliki pengalaman sebagai petugas pemadam kebakaran (Damkar) sebagai narasumber.
Materi yang disampaikan berfokus pada upaya pencegahan kebakaran, mengenali potensi bahaya di lingkungan rumah, serta langkah yang perlu dilakukan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat akibat kebakaran.
Dalam sosialisasi, warga diberikan pemahaman mengenai sejumlah faktor yang dapat memicu kebakaran, seperti korsleting listrik, penggunaan kompor yang tidak tepat, serta kelalaian dalam menggunakan sumber api.
Mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik dan peralatan rumah tangga sebagai langkah pencegahan.
Selain penyampaian materi, kegiatan dilengkapi dengan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Praktik tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada warga mengenai cara menggunakan APAR ketika menghadapi kebakaran kecil yang masih memungkinkan untuk ditangani secara aman.
Narasumber menjelaskan tahapan penggunaan APAR sekaligus memberikan contoh praktik kepada masyarakat. Warga kemudian diberikan kesempatan untuk mengamati dan memahami prosedur penggunaannya secara langsung.
Ketua KKM Kelompok 83 selaku narasumber menyampaikan bahwa edukasi mengenai kebakaran perlu diberikan kepada masyarakat agar warga tidak hanya mengetahui cara mencegah kebakaran, tetapi juga memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.
“Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan dasar mengenai pencegahan kebakaran dan tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat. Melalui praktik penggunaan APAR, warga diharapkan mengetahui langkah dasar yang dapat dilakukan untuk menangani kebakaran kecil dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Warga mengikuti pemaparan materi dan praktik dengan antusias serta memperoleh kesempatan untuk memahami penggunaan APAR secara lebih dekat. Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena memberikan gambaran nyata mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan ketika terjadi kebakaran.
Mahasiswa juga mengingatkan masyarakat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi kebakaran. Apabila api tidak dapat dikendalikan dengan aman, masyarakat diimbau untuk segera menjauh dari lokasi dan meminta bantuan kepada pihak yang berwenang.
Melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 83 berharap masyarakat Kampung Cemplang semakin memahami pentingnya pencegahan dan memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membagikan pengetahuan praktis yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan lingkungan.
Dengan adanya sosialisasi dan praktik penggunaan APAR, KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 83 berharap tercipta masyarakat yang lebih tanggap terhadap risiko kebakaran serta mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.(Red).





