Menyambut Hari Pers Nasional Tahun 2026 di Provinsi Banten Pesan Al-Qur’an untuk Wartawan (24)

Foto ilustrasi Kaisar Romawi Hiraqla (Foto : Wikimedia)

Surat Dakwah Internasional

Rasulullah SAW megirimkan surat-surat dakwah iternasional (ajaka masuk Islam) kepada para raja dan tokoh penting, tahun 6 hijriah. Ini  merupakan hikmah setelah penandatanganan Perjanjian Perdamaian  Hudaibiyah. Di antara mereka, ada yang menerima dakwahnya (masuk Islam), ada yag menolak halus, ada juga yang menolak secara kasar.

Bacaan Lainnya

Dalam pegiriman surat-surat dakwah itu, terdapat  lima unsur komunikasi, terdiri dari Rasulullah SAW (komunikator), surat (media), dakwah (pesan), para raja dan perorangan (komunikan), dan efek (umpan balik penerimaan surat dakwah).

Mengapa Rasulullah SAW berani mengirim surat dakwah kepada para raja? Karena memang punya dasar kuat. Muhammad SAW sebagai rasul, utusan yang ditugasi berdakwah ke seluruh dunia, sampai akhir zaman.  Surat Saba : 28. surat Al-A’raf : 158, dan surat Al-Anbiya : 25, Al-Anbiya : 107,  menunjukkan tugas dakwah ke seluruh dunia, dengan misi atau seruan peng-Esa-an tuhan : tiada tuhan kecuali Allah.

Inti dan isi surat dakwah, pesan masuk Islam,  disampaikan dengan bahasa yang tegas, informatif, santun, persuasif, dan menghibur (memberi kabar gembira). Jelas sekali pengirimnya dan penerimanya. Surat dakwah internasional distempel  nama Muhammad Rasulullah.

Kalau ada raja yang marah-marah setelah tahu isi surat itu, bukan karena redaksi suratnya, melainkan karena “egopolitik” . Sang Raja merasa diperintah oleh negara yang dianggapnya  baru saja berdiri, Negara Madinah.

 

Kaisar Romawi Hiraqla

            Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim mencatat hadis yang berisi surat dakwah Rasulullah SAW. Ini surat dakwah untuk Kaisar Romawi, Hiraqla. Surat dibawa oleh Dihyah Al-Kalbi, “Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah, kepada Hiraqla, kaisar Romawi. Masuk Islamlah, nanti Anda selamat! Masuk Islamlah, nanti Allah berikan  pahala dua kali lipat! Kalau Anda berpaling, maka dosa para petani jadi tanggungan       Anda”.

Surat dakwah Rasulullah SAW diikuti dengan surat Ali Imran : 64, “Katakanlah, “Wahai ahli kitab! Marilah (berpegang) pada suatu kalimat (ketetapan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak  menyembah selain Allah dan  kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun,  dan  bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah, ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang muslim’.  Bagian ayat terakhir ini, boleh jadi, pesan kepada utusan, kalau saja Kaisar Romawi menolak masuk Islam, maka harus dijawab dengan, ‘Saksikan, kami umat Islam (kaum muslimun)’.

 

Bahasa Surat, Straight News

Surat dakwah Rasulullah SAW ini, tentu saja, buka karya jurnalistik. melainka surat. Namun, selain ada unsur komunikasi, juga bahasa suratnya bisa diserap jadi gaya bahasa  straight news, bahasa berita lempang : singkat, tegas, santun, dan informatif. Surat-surat dakwah Rasulullah SAW kepada raja yang lain, inti dan isinya sama : ajakan bertauhid, ajakan masuk Islam.

Salah satu fungsi pers adalah menghibur (memberi kabar gembira). Rasulullah SAW pun memberi kabar gembira kepada  Kaisar Romawi dengan dua pahala.  “Kalau masuk Islam, Anda  akan mendapatkan dua pahala” (Dean Al-Gamereau)

Pos terkait