Menyambut Pembangunan Kota Serang : Kolaborasi Sejarah dan Modernisasi di Ruang Publik

H.R. Edi Sumatirta, S.E., S.T., M.M.
(Dosen Fakultas Teknik dan Pertanian, Universitas Setia Budhi Rangkasbitung)

Tentang Alun-Alun Kota Serang

Bacaan Lainnya

Setiap kota memiliki ruang yang menjadi penanda perjalanan sejarahnya. Ruang itu tidak selalu berupa bangunan megah atau monumen, tetapi dapat berupa sebuah alun-alun yang menjadi tempat masyarakat bertemu, berinteraksi, dan membangun kehidupan bersama. Di Kota Serang, ruang itu adalah Alun-Alun Kota Serang.

Dalam tradisi tata kota di Nusantara, termasuk di Provinsi Banten, alun-alun sejak lama jadi bagian yang tidak terpisahkan dari pusat pemerintahan. Keberadaannya berdampingan dengan pusat pemerintahan, rumah ibadah, dan aktivitas masyarakat.

Alun-alun bukan hanya ruang terbuka, melainkan juga menjadi ruang berlangsungnya kegiatan sosial, keagamaan, budaya, hingga berbagai peristiwa penting dalam perjalanan sebuah daerah. Oleh karena itu, keberadaan alun-alun selalu memiliki makna yang melampaui fungsi fisiknya.

Bagi saya, Alun-Alun Kota Serang menyimpan memori yang sangat personal. Sejak kecil, kawasan itu jadi tempat bermain, sekaligus ruang untuk menyaksikan dinamika kehidupan kota.

Saat itu, alun-alun masih berupa satu hamparan yang utuh. Anak-anak bermain tanpa banyak batas, masyarakat berkumpul dengan leluasa, dan berbagai aktivitas berlangsung secara alami. Kesederhanaan itulah yang membentuk kedekatan emosional masyarakat dengan ruang publiknya.

Kenangan tersebut bukan sekadar nostalgia. Ia mengingatkan, kota yang baik selalu menyediakan ruang bersama tempat seluruh lapisan masyarakat berinteraksi dan berkomunikasi, tanpa sekat.

Royal, Langkah Awal

Kota tidak pernah berhenti berkembang. Pertumbuhan penduduk, meningkatnya mobilitas, serta berkembangnya aktivitas ekonomi menuntut penataan ruang yang semakin baik. Dalam konteks itu, perubahan wajah pusat Kota Serang merupakan sebuah keniscayaan.

Penataan kawasan Royal yang telah selesai menjadi langkah awal yang patut diapresiasi. Kini, proses penataan Alun-Alun Kota Serang sedang berlangsung. Momentum ini menjadi kesempatan penting untuk menyempurnakan wajah pusat kota secara menyeluruh.

Oleh karena itu, penataan alun-alun tidak semestinya dipandang sebagai projek fisik semata, tetapi sebagai bagian dari upaya kolektif membangun identitas Kota Serang.

Berlangsungnya penataan Alun-Alun Kota Serang menjadi harapan baru bagi masyarakat. Namun, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari perubahan fisik yang tampak. Perkara yang lebih penting adalah penataan tersebut tetap menghormati sejarah kawasan yang telah menjadi bagian erat dari perjalanan Kota Serang.
Modernisasi tidak harus menghapus jejak masa lalu. Justru nilai sejarah menjadi fondasi utama yang membedakan satu kota dengan kota lainnya. Alun-Alun Kota Serang memiliki posisi strategis, nilai historis, dan kedekatan emosional dengan masyarakat. Ketiga unsur tersebut merupakan modal besar yang tidak dimiliki oleh setiap ruang publik di kota lain.

Fasilitas Dasar Kepuasan Publik

Kebutuhan dasar untuk capaian kepuasan publik, di antaranya. pepohonan yang rindang, ruang hijau yang memadai, jalur pedestrian yang aman, fasilitas bagi penyandang disabilitas, area bermain anak, tempat duduk yang nyaman, pencahayaan yang baik, kebersihan, dan keamanan. Di sinilah ujiannya : publik merasa puas atau tidak? Pemerintah Kota Serang harus jeli.
Keberhasilan sebuah ruang publik tidak diukur dari megahnya bangunan atau mahalnya material yang digunakan. Keberhasilannya diukur dari kepuasan publik dalam pemanfaatan segala fasilitas dimaksud.

Ruang publik tidak cukup sekadar indah. Ia harus hidup. Kegiatan seni budaya, olahraga, ruang ekspresi komunitas, pertunjukan seni, sampai aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan menjadikan alun-alun terus berdenyut. Ruang publik yang hidup akan memperkuat interaksi sosial, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata.

Maka, di sinilah ujiannya : publik merasa puas atau tidak? Pemerintah Kota Serang harus jeli. Pembangunan dan modernisasi bukan saja jumlah anggaran, tetapi juga manfaatnya untuk masyarakat sebesar apa? Serang jadi kota yang warganya paling berbahagia, tentu saja, bukan hal yang mustahil. Pemerintah Kota Serang tahu persis cara membahagiakan warganya.

Cetak Biru dan Simbol Baru
Penataan Alun-Alun Kota Serang hendaknya menjadi awal dari pembenahan kawasan perkotaan secara lebih luas. Wajah Kota Serang tidak hanya dibentuk oleh satu kawasan yang tertata, melainkan oleh keterhubungan antara pusat kota dengan kawasan permukiman, taman kota, pasar tradisional, koridor jalan, drainase, dan ruang-ruang publik lainnya.

Oleh karena itu, pembangunan memerlukan arah yang berkesinambungan. Setiap program harus menjadi bagian dari cetak biru (grand design) pembangunan Kota Serang. Setiap tahap pembangunan harus saling terhubung dan membentuk identitas kota yang utuh.

Kota Serang. Etalase dan Ibu Kota
Membangun identitas kota bukanlah pekerjaan yang selesai ketika pembangunan fisik berakhir. Justru, setelah penataan selesai, tantangan yang lebih besar baru dimulai, yakni menjaga kualitas kawasan. Pengelolaan yang berkesinambungan, yang dilakukan secara konsisten, akan memastikan ruang tersebut benar-benar hidup oleh aktivitas masyarakat.

Alun-Alun Serang memiliki modal sejarah, letak yang strategis, serta kedekatan emosional dengan masyarakat. Apabila proses penataan yang sedang berlangsung mampu memadukan nilai sejarah, kenyamanan ruang publik, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat, maka kawasan ini tidak hanya akan tampil lebih indah, tetapi juga akan menjadi simbol baru (landmark) Kota Serang berbasiskan cetak biru pembangunan Kota Serang
Pamungkas. Identitas sebuah kota tidak identik dengan kemegahan, tetapi cukuplah jadi ruang diakui dan merasa dimiliki warganya. Penataan Alun-Alun Serang yang sedang berlangsung jadi tonggak lahirnya ruang publik yang lebih nyaman, asri, aman, dan membanggakan.

Jangan lupa, Kota Serang adalah etalase, sekaligus ibu kota Provinsi Banten. Ia harus punya identitas yang khas, pas, dan pantas, merupakan hasil kolaborasi sejarah dan modernisasi. Kota Serang harus mewakili Provinsi Banten yang agamis, historis, dan patriotis.

Pos terkait