Muskec Ke VI MUI Kecamatan Cikulur Untuk Pemilihan Ketua MUI Kecamatan Cikulur Masa Khidmat 2018-2023

KORANBANTEN.com – Camat Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Habib Abdilah membuka Musyawarah Kecamatan (Muskec) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke VI Kecamatan Cikulur. Muskec VI MUI Kecamatan Cikulur itu dilaksanakan untuk memilih Ketua MUI Kecamatan Cikulur untuk Masa Khidmat 2018 -2023, bertempat di Aula kantor Kecamatan Cikulur, Rabu (14/03/2018). Hadir di acara tersebut, pimpinan Muspika Cikulur, UPTD, Kades, Tokoh Agama, Ulama, Kyai dan unsur ormas.

Dalam sambutannya, Camat Cikulur, Habib Abdilah mengatakan pihaknya merasa senang dan terharu, karena para tokoh agama, ulama dan kyai dapat hadir dikantornya. “Kantor ini terasa sejuk dengan kehadiran para ulama dan kyai se-Kecamatan Cikulur disini. Semoga ini membawa berkah bagi kita semua,” kata Camat.

Read More

Diungkapkan Camat, ulama dan umaroh harus sejalan, bersinergi dan saling mendukung, agar program-program kerja dan pembangunan di Kecamatan Cikulur baik yang akan atau yang sedang dijalankan dapat di ridhoi oleh Allah SWT.

“Saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Kecamatan Cikulur baik itu dari MUI, FSPP, Forum Maghrib Mengaji dan Banser NU untuk dapat berperan aktif menjaga kondusifitas lingkungan dan mendukung program kerja serta pembangunan yang ada di Kecamatan Cikulur,” ungkapnya.

Diakhir sambutan, Camat Cikulur berharap, dengan digelarnya Muskec ke VI MUI Kecamatan Cikulur akan terbentuk MUI Kecamatan Cikulur yang handal dan juga dapat menggagas dan mengawal kegiatan rutin pengajian di tingkat Kecamatan Cikulur.

“Kami berharap dengan Muskec ke VI ini akan terpilih dan terbentuk kepengurusan MUI Kecamatan Cikulur yang handal guna mendukung dan mengawal kegiatan dan program pembangunan di Kecamatan Cikulur,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan tokoh ulama Kabupaten Lebak yang juga mewakili MUI Kabupaten Lebak, KH. Satibi Hambali. dalam sambutannya mengatakan, peran ulama sangat dominan dalam menentukan bagus atau tidaknya suatu negara. Untuk itu, ulama dan umaroh harus bersinergi dalam setiap langkah. Dengan ilmunya ulama dan adilnya umaroh, maka semua akan baik-baik saja.

“Ada 2 komponen masyarakat atau manusia yaitu Ulama dan Umaroh. Bila kedua komponen itu bagus, maka semuanya akan bagus. Namun, jika keduanya jelek maka akan jelek pula hasilnya,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Muskec ke VI MUI Kecamatan Cikulur, Aminudin, S.Ag dalam sambutannya menjelaskan, dasar kegiatan Muskec ini dikarenakan telah berakhirnya masa Ketua MUI Kecamatan Cikulur yang terdahulu dan adanya surat pernyataan dari Ketua MUI Kecamatan Cikulur terdahulu untuk tidak maju lagi dikarenakan kondisi kesehatannya.

“Muskec ke VI ini untuk memilih ketua dan membentuk kepengurusan MUI Kecamatan Cikulur untuk masa khidmat 2018-2023,” katanya.

Untuk diketahui, hasil Musyawarah Kecamatan (Muskec) ke VI MUI Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, terpilih Ketua MUI Kecamatan Cikulur yang baru yaitu KH. Maemun. Pada kesempatan itu juga, segenap pimpinan Muspika Cikulur, UPTD, tokoh agama, ulama, kyai, kepala desa dan elemen masyarakat Kecamatan Cikulur melakukan deklarasi menolak Hoax. (Ajat)

Related posts