Pegiat Sosial Pinta Pemerintah Antisipasi Bencana Longsor

KORANBANTEN.COM – Intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini membuat beberapa rumah di Kecamatan Malingping ambruk karena tanah longsor, diantaranya satu rumah di Desa Senang Hati dan satu rumah di Desa Rahong. Oleh karena hal tersebut, selain siaga bencana, pemerintah juga dituntut agar ada langkah antisipasi bencana.

Menanggapi hal tersebut, Momon Supriadi, Pegiat Sosial Kemasyarakatan di Kecamatan Malingping meminta agar pemerintah mampu melaksanakan langkah-langkah antisipatif pada setiap daerah yang rawan bencana alam.

Read More

“Seharusnya pemerintah mampu melakukan upaya antisipasi bencana, bukan hanya siaga setelah terjadi bencana. Walaupun sifatnya bencana tidak terduga, namun pemerintah harus punya data-data wilayah rawan bencana, dilanjutkan dengan langkah antisipasi solusi agar tidak terjadi atau meminimalisir bencana,” ujarnya, Sabtu, (14/11/20).

Momon juga menambahkan, pemerintah hanya terkonsentrasi pada bencana alam besar seperti Tsunami, namun tidak untuk wilayah rawan longsor.

“Wilayah kita itu lautan dan perbukitan, pemerintah nampaknya lebih konsentrasi pada bencana besar seperti Tsunami dan banjir, namun untuk wilayah perbukitan yang rawan longsor, kurang memperhatikan, intinya bila ada wilayah yang rumahnya rawan longsor atau ambruk, pemerintah dapat lakukan antisipasi misalnya buatkan TPT atau Bronjong,” tukasnya.

Terpisah, Camat Malingping, Cece Saputra menampik pemerintah tidak melakukan tindakan antisipasi, selain sudah melaporkan, pihak kecamatan pun melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar waspada.

“Kita sudah lakukan dan bentuk tim siaga bencana, kita juga bersama BPBD sudah turun ke lapangan memberitahukan kepada warga yang rentan banjir, longsor dan tsunami agar waspada. Adapun terkait wilayah rawan longsor, kita sudah laporkan,” terangnya.

Sementara itu, Mumu Mahmudi, dari pihak BPBD Kabupaten Lebak menerangkan bahwa untuk wilayah rawan longsor dapat membuat proposal bantuan kepada pemerintah.

“Buat aja proposalnya oleh pihak desa, biasanya kalau untuk daerah rawan longsor, itu nanti diberikan bantuan Bronjong. Adapun untuk pembangunannya nanti silahkan oleh desa terkait,” singkatnya. (Cex)

Related posts