KORANBANTEN.COM- Komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta menjamin pemenuhan hak-hak warga binaan terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjar. Salah satunya melalui peresmian Dapur Asih (Aman, Sehat, Indah, Halal) yang diresmikan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan pada Jumat (6/2), bertempat di Rumah Tahanan Negara Perempuan Bandung.
Peresmian Dapur Asih Lapas Banjar ini dilaksanakan secara serentak bersama peresmian 12 layanan pemasyarakatan pada 10 UPT Pemasyarakatan di wilayah Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong optimalisasi layanan dasar, khususnya pemenuhan kebutuhan makan dan minum warga binaan yang merupakan bagian dari hak fundamental yang wajib dipenuhi oleh negara.
Melalui hadirnya Dapur Asih, Lapas Banjar menghadirkan standar baru dalam pengelolaan dapur pemasyarakatan yang mengedepankan prinsip keamanan pangan, kesehatan, kebersihan lingkungan, serta kehalalan makanan. Fasilitas dan sistem pengolahan yang lebih tertata diharapkan mampu menjamin kualitas gizi, higienitas, serta kelayakan konsumsi bagi seluruh warga binaan.
Kepala Lapas Banjar dalam keterangannya menyampaikan bahwa peresmian Dapur Asih menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan, khususnya pada aspek pemenuhan hak dasar warga binaan.
“Dapur Asih ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan. Pemenuhan kebutuhan makan dan minum yang aman, sehat, dan halal adalah hak yang harus kami pastikan terpenuhi dengan baik. Melalui fasilitas ini, kami berharap kualitas hidup warga binaan selama menjalani masa pembinaan dapat semakin meningkat,” ujar Kalapas Banjar.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan layanan dapur bukan sekadar pembenahan sarana, namun merupakan bentuk nyata penghormatan terhadap hak warga binaan. Pelayanan makan yang layak menjadi fondasi penting dalam mendukung kesehatan, pembinaan, serta proses reintegrasi sosial warga binaan.
Usai pelaksanaan peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial kepada masyarakat sekitar Rutan Perempuan Bandung sebagai wujud kepedulian sosial jajaran pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa kehadiran pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Dengan diresmikannya Dapur Asih, Lapas Banjar menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memastikan pemenuhan hak warga binaan, serta menghadirkan pemasyarakatan yang semakin humanis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.(Red).





