KORANBANTEN.COM-Primer Koperasi Kepolisian (Primkoppol) Polda Jawa Barat, menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp100 juta untuk 10 petani jagung binaan yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mekar Wargi, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026).
Penyaluran bantuan modal usaha tersebut, merupakan bagian dari upaya mendukung dan menyukseskan program ketahanan pangan nasional, khususnya dalam pengembangan komoditas jagung sebagai bahan pangan dan pakan ternak.
Kegiatan penyerahan modal usaha masing-masing sebesar Rp 10 juta, dilaksanakan di ruang rapat Biro SDM Polda Jawa Barat dan dihadiri oleh jajaran pengurus Primkoppol serta perwakilan kelompok tani penerima bantuan.
Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad menyampaikan, bahwa skema bantuan Primkoppol dirancang untuk membantu petani tanpa memberatkan mereka.
“Skema bantuan modal usaha dari Primkoppol ini, diberikan dengan bunga ringan sebesar 1,5 persen per bulan dan pembayarannya dilakukan setiap empat bulan sekali setelah masa panen,” ujar Kombes Fadly Samad didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko.
Fadly menjelaskan, skema tersebut disesuaikan dengan siklus tanam dan panen jagung, sehingga petani dapat fokus pada proses budidaya tanpa terbebani kewajiban angsuran di tengah masa tanam.
Bantuan modal usaha ini, diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani, khususnya untuk pembelian pupuk, benih unggul, serta kebutuhan lain yang mendukung peningkatan produktivitas jagung.
“Modal usaha ini, kami harapkan dialokasikan untuk kebutuhan produktif, termasuk pengadaan sarana produksi pertanian dan alat mesin pertanian atau alsintan,” jelas Fadly Samad.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, bahwa skema bantuan Primkoppol tidak hanya dilaksanakan di tingkat Polda, namun akan diperluas hingga ke jajaran polres.
“Pelaksanaan skema Primkoppol ini, akan dilakukan secara serentak di tingkat polres jajaran Polda Jawa Barat, pada Jumat (13/2/2026) mendatang,” ungkapnya.
Program ini, diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat tani dalam menjaga stabilitas pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani binaan.
Sementara itu, Ketua Poktan Mekar Wargi Aki Maman mengatakan, petani jagung binaan telah menyatakan komitmennya untuk mengelola bantuan modal usaha secara bertanggung jawab dan mendukung program pemerintah di sektor pangan.
“Para petani jagung binaan, juga berkomitmen bahwa hasil panen jagung nantinya akan diserap secara maksimal oleh Perum Bulog, sehingga dapat mendukung ketersediaan stok pangan nasional secara berkelanjutan,” ungkap Aki Maman.(RED).





