Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Banten, Berprotokol Kesehatan, Aman dan Lancar

KORANBANTEN.COM – Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 di Provinsi Banten berjalan aman dan lancar. Tiga tim Pemerintah Provinsi Banten memonitor gelaran Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Banten di Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang. Memantau pelaksanaan protokol kesehatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Di Kota Tangerang Selatan, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menghimbau para petugas TPS dan para Saksi di setiap TPS yang dikunjunginya untuk memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan saat meninjau sejumlah TPS di Kelurahan Paku Jaya Kecamatan Serpong Utara. Kota Tangerang Selatan, dalam rangka monitoring Pilkada, Zona I, di Tangerang Selatan. (Rabu, 09/12/2020).

Read More

“Pelaksanaan Pilkada sekarang harus sesuai dengan Protokol Kesehatan. Jangan lupa jaga jarak dan ikuti protokol kesehatan,” ujar Gubernur.

Dalam suasana hujan gerimis, Gubernur tetap melaksanakan pemantauan dan berdialog dengan para petugas TPS. Gubernur menyempatkan diri mengingatkan petugas TPS dan warga untuk menjaga jarak dan mencuci tangan.

Saat memantau dan berdialog di TPS 43, Kompleks Graha Raya, Kelurahan Paku Jaya, Tangerang Selatan, Gubernur mendapat aduan dari Petugas TPS bahwa proses pemungutan suara sementara dilakukan secara manual akibat server KPU sempat down.

Aduan tersebut langsung ditindaklanjuti olehnGubernur dan instruksikan Asisten Pemerintahan Septo Kalnadi untuk segera diteruskan ke KPU Pusat.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Gubernur juga meninjau TPS 35 di Kompleks Gardenia Loka. Gubernur memantau serta memastikan penataan di lokasi TPS sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Gubernur juga berdialog dengan petugas TPS tentang tingkat partisipasi masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam pemantauan tersebut, Gubernur Banten didampingi Tim Monitoring Pilkada ASDA I Septo, Kalnadi, Kadis DP3AKKB Siti Ma”ani Nina, Karo Adpim Beni Ismail, dan Sekdis Kesbang Sugiono.

Terpisah, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meninjau sejumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Kabupaten Serang dan Kota Cilegon pada hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 dalam suasana hujan.

Turut dalam rombongan: Panglima Kodam III Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar. Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Banten merupakan Pilkada yang pertamakali ditinjau langsung oleh Panglima Kodam III Siliwangi.

“Ini kami lakukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dilakukan sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat melalui Gugus Tugas Covid-19,” kata Wagub usai meninjau TPS 01 Kelurahan/Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Sebelumnya rombongan juga meninjau sejumlah TPS di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Dikatakan Wagub, penerapan protokol kesehatan Covid-19 mutlak harus dilakukan dalam penyelenggaraan Pilkada kali ini untuk mencegah penyebaran Covid -19. Mencegah muculnya klaster baru akibat pilkada.

“Hasil pantauan menunjukkan protokol kesehatan Covid-19 telah diterapkan oleh penyelenggara pilkada di TPS. Kami juga menerima laporan, sejauh ini di TPS lainnya protokol kesehatan telah diterapkan dengan baik,” tegas Wagub.

“KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) juga kami lihat menyediakan masker bagi pemilih yang kebetulan tidak membawa masker,” tambahnya.

Wagub juga mengaku menyaksikan petugas ketertiban mengecek suhu tubuh pemilih dan memberikan sarung tangan plastik kepada pemilih.

Pada kesempatan itu, Wagub juga mengimbau warga pemilih untuk memanfaatkan hak pilihnya dengan mendatangi TPS dan memberikan suara.

Sementara itu Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar menjamin penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di Banten aman dan kondusif. Untuk itu dia meminta masyarakat calon pemilih untuk datang ke TPS dan memberikan suaranya.

“Aman. Protokol kesehatan diterapkan. Keamanan juga kondusif. Silahkan datang ke TPS,” kata Kapolda.

Terkait keamanan terhadap kemungkinan sabotase atau intimidasi dan potensi-potensi keributan para pendukung paslon, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, kehadirannya menjadi salah satu jaminan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi.

“Kami dalam kapasitas membantu Polri hari ini memastikan Pilkada di Banten aman,” kata Pangdam yang diamini oleh Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar saat memantau pelaksaaan Pilkada Serentak 2020 Kabupaten Pandeglang menegaskankan peralatan dan perlengkapan pelaksaaan protokol kesehatan di TPS telah tecasilitasi dengan masksimal.

“Kita sudah mendatangi dua (2) TPS (Tempat Pemungutan Suara) memastikan pelaksanaan protokol kesehatan,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar saat meninjau TPS 01 Saruni di SDN 1 Saruni Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.

Sebelumnya, Sekda Al Muktabar beserta rombongan meninjau TPS 11 Kelurahan Kadumerak, Kecamatan Karang Tanjung yang berlokasi di SMPN 1 Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang. Turut serta dalam rombongan Karo Hukum Setda Provinsi Banten Agus Mintono, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Enong Suhaeti, serta unsur Forkopimda Provinsi Banten.

“Kita lihat protokol kesehatan sudah terfasilitasi maksimal. Kita melihat juga kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan,” jelas Sekda Al Muktabar.

“Kita juga memastikan pada titik lainnya untuk pelaksanaan protokol kesehatan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, rombongan meninjau TPS 09 dan TPS 07 Desa Cimanuk Kecamatan Cimanuk, serta TPS 02 Desa Saketi Kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang.

Dijelaskan Sekda Al Muktabar, dari peninjauan beberapa TPS sudah menunjukkan pelaksanaan yang baik.

“Harapan kami, berjalan dengan baik. Dalam pandemi ini protokol kesehatan kita kedepankan dan partisipasi politik tidak menurun. Pilkada berjalan dengan baik dan berkualitas,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada gelaran Pilkada Serentak 2020 ada 12 hal baru TPS untu pemilihan aman dengan protokol kesehatan. Yakni: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, cek suhu tubuh terhadap pemilih, penggunaan sarung plastik untuknpemilih dan petugas, tinta tetes, menggunakan face shield, tidak berjabat tangan, penyediaan bilik khusus, pembatasan jumlah pemilih 500 orang per TPS, serta penjadwalan kedatangan pemilih le TPS. (adv)

Related posts