KORANBANTEN.COM-Tokoh masyarakat Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma mengatakan jika saat ini kondisi Sungai Cisujen dalam kondisi mengkhawatirkan. Hal tersebut dikarenakan kondisi air sungai yang mengalir ke Kampung Cisujen, Desa Sawarna sangat keruh, padahal dulu sungai itu sangat bermanfaat bagi warga untuk digunakan mandi dan mencuci, mengingat airnya sangat bersih.
“Dulu air Sungai Cisujen sangat bersih. Namun kini, airnya keruh, sehingga tidak layak lagi tempat mencuci dan mandi masyarakat”kata Erwin dalam akun media sosial Facebook, Jumat(20/03/2026).
Keruhnya sungai Cisujen kata Erwin diduga karena diatas hulu sungai ada aktifitas penambangan Batu Bara dan Pasir Kuarsa. Karena itu Erwin berharap, pihak pemerintah desa melakukan pemeriksaan serta memberikan himbauan kepada para penambang Batu Bara dan Pasir Kuarsa untuk tidak melakukan penambangan disekitar saluran sungai Cisujen.
“Kami duga akibat di daerah hulu sungai ada aktifitas galian tambang batu bara dan pasir kuarsa. Kami meminta agar pemerintah segera melakukan pengecekan kelokasi hulu, dan menghimbau kepada pengusaha galian untuk tidak melakukan penambangan di sekitar sungai Cisujen,”ucap Erwin.
Selain aliran sungai Cisujen, Erwin juga kepada wartawan mengatakan jika ruas jalan provinsi yang dilewati truk-truk pengusaha galian pasir kuarsa melebihi tonase yang telah ditentukan,”itumah 30 ton malah,”ucap Erwin.
Terpisah, Firman Juliansyah, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPTD PUPR Banten Wilayah Lebak membenarkan jika ruas jalan Provinsi Banten yang berada pas di lokasi pasir Kuarsa merupakan ruas jalan Provinsi, yakni Bayah-Cikotok-Batas Jabar.
” Iya, ruas jalan Bayah – Cikotok – Batas Jabar itu pas pintu masuk lokasi pasi keluar masuk kendaraan ODOL kalau tidak salah,”kata Firman.(Kew).





