Toilet Alun-alun Rangkasbitung Dibangun Tahun 2026

KORANBANTEN.COM-Meski telah diresmikan dan dibuka untuk umum, keberadaan Alun-alun Rangkasbitung masih menuai sejumlah catatan dari masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah fasilitas toilet umum yang dinilai belum representatif bagi pengunjung.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lebak Mochammad Hasbi Asyidiqi Jayabaya mengakui masih adanya kekurangan pada fasilitas pendukung di kawasan alun-alun. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

Hasbi memastikan pembangunan toilet umum akan direalisasikan pada tahun 2026. Menurutnya, fasilitas tersebut penting untuk menunjang kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan ruang publik tersebut. “Memang kami akui toilet umum di Alun-alun Rangkasbitung saat ini masih kurang representatif. Insya Allah pada tahun 2026 akan kita bangun,” kata Hasbi, Kamis(08/01/2026).

Selain pembangunan toilet umum, pada tahun yang sama Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga akan membangun jalur pedestrian di kawasan Alun-alun Rangkasbitung.

Pembangunan pedestrian ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus mempercantik tata kawasan ruang publik di pusat Kota Rangkasbitung. Hasbi menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan toilet umum dan pedestrian tersebut bersumber dari APBD Lebak Tahun 2026 dengan total sebesar Rp1 miliar.

“Anggarannya dari APBD Lebak 2026, kurang lebih sekitar satu miliar rupiah untuk pembangunan toilet dan pedestrian,” ujarnya.

Sementara itu, untuk revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung yang telah rampung sebelumnya, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,9 miliar. Hasbi menambahkan, revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kota dan menyediakan ruang publik yang layak bagi masyarakat.

Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk melakukan revitalisasi alun-alun di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak.

“Kami sebenarnya ingin semua alun-alun di kecamatan direvitalisasi, supaya tata kota di Lebak semakin baik,” kata Hasbi.

Namun demikian, Hasbi mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama sehingga saat ini baru Alun-alun Rangkasbitung yang dapat direvitalisasi.

“Karena keterbatasan anggaran, baru Alun-alun Rangkasbitung yang bisa kita laksanakan. Ke depan akan kita upayakan secara bertahap,” ucapnya.

Romli Suhada, warga Kecamatan Rangkasbitung mengaku kesulitan mencari toilet di sekitaran Alun-alun Kota Rangkasbitung. Jika pun ada toilet umum, kondisi nya sangat memprihatinkan. (Fahdi Khalid)

Pos terkait