Wali Siswa Harap Kelas Tatap Muka Dibuka Kembali

KORANBANTEN.COM – Sejumlah wali siswa di Kabupaten Lebak mengharapkan pemkab Lebak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) setempat agar membuka kembali belajar tatap muka walau harus dengan berbagai syarat.

Itoh Masitoh, Salahseorang wali siswa yang anaknya duduk di bangku SMP Negeri 1 Rangkasbitung mengatakan, belajar di rumah dengan daring atau tugas yang menumpuk dinilai sudah tidak epektif lagi. Bahkan, tugas-tugas yang diberikan dari masing-masing guru mata pelajaran membuat anak semakin stres. Bukan hanya itu, kuota internet juga menjadi masalah bagi wali siswa saat ini. Karena harus di beli setidaknya sepekan sekali.

Read More

“Iya pernah dapat bantuan kuota dari sekolah, tapi sama sekali tidak bisa digunakan karena sudah kadaluarsa, terpaksa harus beli sendiri,” kata Itoh, saat ditemui wartawan, Minggu(31/10)

Lanjutnya, belajar tatap muka sebenarnya bisa dilakukan dimasa pandemi saat ini, asalkan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat saat ada dilingkungan sekolah dan dalam KBM.

“Sekolah harus menyediakan tempat cuci tangan, alat tes suhu, anak wajib pake masker, jika perlu guru yang akan mengajar harus sudah lulus test sweb covid dari dinas kesehatan,” paparnya.

Hal senada dikatakan Fadilah, Wali siswa SMK Negeri 1 Rangkasbitung, pihaknya sangat setuju jika belajar tatap muka kembali di buka oleh pemerintah yang tentunya dengan prokes yang ketat. Karena, belajar, daring atau dengan tugas lainnya sudah tidak epektif lagi.

“Jika harus memilih saya akan memilih belajar tatap muka dengan prokes yang ketat,” ucapnya.(yud)

Related posts