Warga Cikamunding Gelar Doa Bersama

KORANBANTEN.COM-Warga Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak menggelar do’a bersama dan aksi menyalakan lilin sebagai bentuk duka cita atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu(01/10/2022) lalu

Pada insiden kerusuhan setelah pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya itu menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Teranyar, sekitar 127 orang meninggal dunia setelah menonton pertandingan.

Read More

Sepak bola yang seharusnya menjadi hiburan rakyat dan dapat dinikmati setiap golongan dengan suka cita, justru menimbulkan korban jiwa. Selain korban meninggal dunia, ada 180 orang yang masih dalam perawatan di rumah sakit.

Warga di Desa Cikamunding Banten terketuk hatinya atas insiden maut dan memilukan di Malang. Tragedi ini membuat Oficial dan suporter Kamuning FC serta warga Desa Cikamunding, Cilograng, Banten menggelar aksi solidaritas yang dilakukan di Lapangan terbuka bukit Pasirpeti.

Menurut ketua tim suporter Kamuning FC, Edi Nurjaman, tragedi ini sangat memilukan dan tak pernah terbayang bisa menjadi tragedi semengerikan ini.
Sepak bola yang menjadi hiburan justru menimbulkan korban jiwa, bahkan di antaranya perempuan dan anak-anak.

“Untuk itu, malam ini, kita berkumpul, memanjatkan doa, agar tidak ada kejadian serupa, serta memohon agar pihak berwajib mengusut tuntas persoalan ini,” kata Edi, kepada wartawan, Minggu(02/19/2022).

Pihaknya kata Edi, melakukan doa dan menyalakan lilin bersama sebagai bentuk duka mendalam, serta penghormatan untuk seluruh korban jiwa atas kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang dan semoga keluarga yang ditinggalkan di beri ketabahan dan kekuatan.

Senada disampaikan Kepala Desa Cikamunding, Yayan Hendayana yang menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut

“Kami menyampaikan duka mendalam bagi dunia sepak bola kita. Kepada para korban, mari kita bersama-sama mendoakan agar mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya,”ujarnya.

Yayan juga berharap agar insiden di Kanjuruhan ini menjadi yang terakhir kalinya dalam dunia sepakbola “Semoga hikmah dari tragedi ini adalah bisa memperbaiki sepak bola kita ke depannya, yang jelas tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia”tuturnya.(aswapi)

Related posts