Warga Keluhkan Jembatan Bojong Apus Rusak Berat

KORANBANTEN.COM-Jembatan gantung Bojong Apus yang berada di ruas Jalan Rangkasbitung – Leuwidamar tepatnya di Kampung Kedung, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak kondisinya memprihatinkan dan membahayakan masyarakat yang melintasinya.

Nahrowi, warga Setempat mengatakan, Jembatan Bojong Apus ini disebut juga oleh masyarakat sebagai jembatan Puan Maharani. Karena jembatan tersebut dibangun pemerintah pusat tahun 2016 dan diresmikan oleh Puan Maharani yang waktu itu menjabat sebagai menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Read More

Namun, beberapa bulan setelah diresmikan jembatan tersebut mengalami kerusakan dan kerusakan saat ini sudah semakin parah. Karena penyanggah jembatan patah yang berpotensi jembatan ambrol.

“Dari peresmian sampai saat ini belum ada perbaikan atau pemeliharaan oleh dinas terkait, padahal kondisinya sudah menghawatirkan,” kata Nahrowi, kepada Koran Banten, Ahad(19/09/2022).

Lanjutnya, walau kondisi jembatan gantung rusak berat, warga tetap melintasinya. Karena, jembatan tersebut akses yang paling terdekat dan strategis.

“Memang ada jembatan lain, namun cukup jauh dan kita harus memutar. Makanya, jembatan Puan ini tetap dilewati warga walau kondisinya rusak berat,” ujar Nahrowi.

Bahrudin, warga lainya menambahkan, jembatan Puan ini pembangunannya belum lama baru sekitar enam tahun. Namun, beberapa bulan lalu diterjang banjir maka jembatan mengalami kerusakan.

“Kami juga melihat kualitas jembatan kurang baik, karena dari awal sudah miring, akibat pondasi jembatan yang tidak mampu menahan arus sungai Ciujung,” papar Bahrudin.

Sementara Itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lebak Hamdan Soleh mengaku, pihaknya telah melaporkan dan koordinasi dengan pusat terkait kondisi jembatan Bojong Apus yang diresmikan oleh Puan Mahari beberapa tahun lalu. Waktu itu kata Hamdan, ada sekitar 10 jembatan gantung yang dibangun dan diresmikan oleh Puan Mahari sebagai menteri PMK waktu itu dan salahsatunya jembatan gantung Bojong Apus yang rusak ini.

“Memang kita akui jembatan Bojong Apus tersebut sudah diserah terimakan kepada Pemkab Lebak, namun pada waktu serah terima kondisinya sudah rusak dan belum diperbaiki hingga sekarang,” ungkap Hamdan.

Dikatakan Hamdan, tim tekhnik dari pusat sebetulnya sudah turun dan melihat kondisi jembatan yang rusak tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi untuk melakukan langkah perbaikan.

“Iya memang secara resmi aset Pemkab Lebak, karena sudah diserah terimakan. Tapi waktu serah terima mereka juga sudah mengetahuinya, bahwa jembatan Bojong Apus harus diperbaiki karena rusak, nanti akan kita coba koordinasi lagi agar cepat diperbaiki,” ucap Hamdan.(aswapi)

Related posts