Jalur Wisata Carita-Anyer Diblokir Warga

KORANBANTEN.com – Ratusan warga Kecamatan Carita memblokir jalur Carita-Anyer tepatnya di jembatan Cikalimati, Desa/Kecamatan Carita, Rabu (2/11) pukul 10.00 WIB. Aksi ini merupakan ekspresi kekecewaan warga dengan dibiarkannya kerusakan jembatan Cikalimati yang merupakan salah satu jembatan utama di jalur wisata Carita. Blokade disertai aksi bakar berlangsung satu jam hingga mengakibatkan kemacetan beberapa kilometer.
Warga dan pegiat pariwisata menuntut pemerintah daerah maupun pusat bergerak cepat menuntaskan permasalahan yang ada di Kecamatan Carita salah satunya buruknya infrastruktur jalan dan jembatan. Warga menyebut, Jembatan Cikalimati yang rusak akibat diterjang banjir bandang dua bulan lalu, hingga ini seperti dibiarkan saja. “Jembatan hanya ditambal menggunakan besi plat dan sekarang sudah rusak lagi. Banyak warga yang kecelakaan dan wisatawan malas ke Carita,” kata Sandi Wiyasa, korlap aksi.

Sandi juga mempertanyakan ketegasan Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, dan Pemprov Banten soal larangan kendaraan besar yang overtonase melintasi jalur wisata Carita. Tidak hanya jalur wisata yang minim rambu dan penerangan jalan umum (PJU) juga ikut diungkap masyarakat. “Bagaimana mau memajukan pariwisata kalau jembatan dan jalannya saja tidak diurus,” kata Sandi.

Masih kata Sandi, pegiat pariwisata daerah juga kecewa dengan sikap pemerintah yang selalu menggembar-gemborkan wisata pantai Carita menjadi ikon pariwisata di Banten tetapi tidak serius ditata dan dijaga. “Pemerintah dan masyarakat harus kompak,” tandasnya.

Franky, warga lainnya mengatakan, jalur Carita-Anyer sudah menjadi jalur pariwisata. Akan tetapi, jalur di sepanjang Jalan Carita penuh lubang akibat kendaraan besar yang dibiarkan hilir mudik tanpa ada penindakan. “Kami minta pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk menyetop kendaraan besar yang sudah merusak jalan wisata, karena jalur wisata Carita hanya berbobot 8-10 ton saja,” katanya. @DF