Anggota DPRD Banten Sebut Sekolah Gratis dan MBG Dorong Peningkatan dan Pemerataan IPM

KORANBANTEN.COM-Anggota DPRD Banten Budi Prajogo menyebut, program Sekolah Gratis dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendorong peningkatan dan pemerataan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Hal ini terlihat dari kenaikan IPM Banten yang mencapai 77,25 pada tahun 2025. Ia bilang, kenaikan ini merupakan bentuk dari kebijakan yang tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

“Dengan capaian 77,25, Banten tidak hanya melampaui target, tetapi juga menunjukkan arah pembangunan yang semakin inklusif dan berkeadilan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Capaian, kata dia, ini tidak terlepas dari sinergi kuat antara kebijakan daerah dan pemerintah pusat. Di tingkat daerah, kebijakan sekolah gratis yang digagas oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten telah membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Program ini secara langsung mengurangi beban biaya rumah tangga, sehingga anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan,” ujarnya lagi.

Dampaknya terlihat jelas pada indikator pendidikan. Rata-rata lama sekolah (RLS) di Banten tahun 2025 mencapai sekitar 9,38 tahun, meningkat dari 9,05 tahun pada 2024.

Kenaikan sekitar 0,33 tahun ini, tergolong signifikan dan menunjukkan semakin banyak penduduk yang menempuh pendidikan lebih lama.

Sementara itu, harapan lama sekolah (HLS) juga meningkat menjadi sekitar 13,5 tahun, yang mencerminkan peluang generasi muda untuk mengakses pendidikan hingga jenjang lebih tinggi semakin terbuka.

Peningkatan ini, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam mendorong kualitas sumber daya manusia, yang merupakan komponen utama dalam perhitungan IPM.

Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan penguatan yang signifikan, tidak hanya pada dimensi kesehatan, tetapi juga pada aspek ekonomi dan pemerataan di tingkat nasional.

Program ini memastikan bahwa anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang memadai, sehingga lebih sehat, lebih fokus belajar, dan memiliki potensi berkembang secara optimal.

Lebih jauh, MBG juga menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal. Rantai pasok yang terbentuk—mulai dari petani, pemasok bahan pangan, pelaku UMKM, hingga tenaga distribusi—menciptakan aktivitas ekonomi yang luas.

“Anggaran yang digelontorkan pemerintah berubah menjadi aliran modal yang langsung masuk ke masyarakat, meningkatkan pendapatan dan daya beli, terutama bagi kelompok ekonomi bawah,” kata politikus PKS itu.

Dampak lanjutannya terlihat pada membaiknya pemerataan ekonomi. Gini rasio Banten yang turun menjadi 0,312 pada tahun 2025 menunjukkan bahwa kesenjangan pendapatan semakin menurun.

Program MBG berperan sebagai intervensi yang efektif, baik melalui pengurangan beban pengeluaran rumah tangga maupun melalui penciptaan peluang ekonomi baru.

Dengan demikian, MBG tidak hanya berkontribusi pada kesehatan dan pendidikan, tetapi juga memperkuat dimensi standar hidup layak dalam IPM sekaligus menekan ketimpangan sosial.

“Sinergi antara kebijakan sekolah gratis di daerah dan program MBG dari pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan ini,” ujar Anggota Pansus LKPJ DPRD Banten itu.

Pendidikan yang semakin terjangkau dan gizi yang semakin terjamin menciptakan generasi yang lebih siap, sementara perputaran ekonomi yang terjadi memperkuat kesejahteraan masyarakat secara luas.

Ke depan, capaian ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan. Tantangan seperti pengangguran dan kemiskinan masih perlu mendapat perhatian serius.

Namun, keberhasilan IPM 2025 memberikan keyakinan bahwa kebijakan yang berpihak pada rakyat mampu menghasilkan perubahan yang nyata.

“Pada akhirnya, peningkatan IPM Banten bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa pembangunan yang inklusif—melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi—mampu berjalan beriringan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan,” tutupnya.***

Pos terkait