Bertemunya Pimrus Kabarxxi dengan Detektif Jubun, Ada Apa?

KORANBANTEN.COM – Senin, 26 Oktober 2020, rintikan air yang jatuh dari langit menemani perbincangan antara Ery Biyaya Pimpinan Perusahaan (Pimrus) kabarxxi.com dengan Jubun atau yang lebih dikenal dengan Detektif Jubun adalah seorang private investigator ternama di tanah air.

Pertemuan ini berlangsung disalah satu Restoran di Tangerang Selatan.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan itu, Ery biyaya dan Jubun saling berbagi informasi antara media online dan dunia detektif.

Meski terlihat berbeda namun kedua bidang pekerjaan ini membutuhkan keahlian yang sama yakni investigasi.

Ery biyaya mulai mendirikan media online kabarxxi.com di tahun 2017 dibawah naungan PT. Kabar Intermedia Indonesia.

Saat ini kabarxxi.com sudah terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Ery pun tercatat sebagai pengurus harian di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten.

Sedangkan Jubun mengawali karirnya di perusahaan jasa security. Setelah mendapat gelar Master Private Investigator, ia mendirikan dan sekaligus menjadi CEO Aman Sentosa Investigation Agency (ASIA), jasa private investigator baik bisnis, personal, maupun asmara.

Jubun menangani berbagai kasus mulai dari kasus perselingkuhan, mencari orang hilang, menyelidiki latar belakang seseorang, hingga mencari aset koruptor sampai diluar negeri.

Sepak terjangnya sebagai detektif swasta sudah tidak diragukan lagi. Namanya sudah tidak asing sampai ke Mancanegara berkat berbagai kasus dan skandal yang berhasil ia kuak.

Bahkan untuk menjaga reputasinya dilansir dari situs resmi ASIA (www.detektif.id) pihaknya memberikan layanan berkualitas dengan jaminan uang kembali 100%. (Money Back Guarantee 100%).

Dalam penanganan kasus maupun penyelidikan, Aman Sentosa Investigation Agency (ASIA) mempekerjakan investigator dengan latar belakang keahlian Intelijen, Interpol, Hukum, Psikologi, dan tentu saja menguasai bidang Teknologi Informatika yang handal.

Terkait isi obrolan yang kedua tokoh ini bicarakan penulis pun tidak mengetahui.

Sebab penulis duduk dimeja yang lumayan berjarak sehingga pendengaran penulis tak mampu menyimak apa yang mereka diskusikan.

Yang penulis ketahui bahwa hari ini merupakan pertama kali mereka bertemu.

Meski baru pertama bertemu terlihat kehangatan dan keakraban dalam raut wajah mereka saat berdiskusi.

Bahkan sebagai tanda persahabatan detektif swasta yang mengusung nama Jubun memberikan buku biografinya yang berjudul “The Untold Story of Private Investigator”.

Di dalam buku ini, Jubun banyak menceritakan pengalamannya di bidang investigasi, dan beberapa studi kasus yang berhasil ia tangani.

Buku tersebut pun ia tandatangani dengan dikhususkan to Ery Biyaya.(rls)

Pos terkait