Demokrat Banten Tidak Temukan Bukti Jika Plt Ketua DPRD Lebak Lakukan Perbuatan Meusum

KORANBANTEN. COM–DPD Partai Demokrat Provinsi Banten menyebutkan tidak ada bukti jika Plt ketua DPRD Lebak, UM telah berbuat mesum, seperti yang diisukan belakangan ini. Pernyataan dari Partai Demokrat Banten ini terlontar saat Partai tempat UM mengabdi didunia politik menggelar jumpa pers di kantor DPD Partai Demokrat Banten, Kamis(7/10).

Selain itu, tim investigasi yang dibentuk atas restu ketua ketua DPD pun menemukan beberapa fakta dilapangan yang tidak sesuai dengan kabar yang beredar, diantaranya tidak ada bukti bahwa warga telah melakukan penggerebegan terhadap UM

Read More

“Tidak ada bukti bahwa warga menggerebek saudara UM. Kemudian, tim melihat ada skenario dan motif lain yang menyebabkan peristiwa ini dibuat heboh dan menggegerkan,”kata Rohman Setiawan, salah satu tim Investigasi yang dibentuk oleh DPD Partai Demokrat Banten, kepada wartawan, Jumat(8/10) dini hari.

Pada bagian lain, tim investigasi memiliki bukti bukti yang kuat dan bisa dipertanggung jawabkan, bahwa UM telah dijebak. Kemudian, tim juga memberikan rekomendasi kepada DPD Partai Demokrat agar UM membuat laporan kepihak berwajib.

Dalam rilis yang diterima, tim investigasi yang dibentuk Partai Demokrat beranggotakan M Nawa Said sebagai pengarah, ketua tim eko Susilo, serta Rohman Setiawan, Ibrahim, Sugiharto, Haerul Soleh sebagai anggota juga menjelaskan bahwa benar UM telah bertamu kerumah BW sekitar pukul 18.30 dan berangkat dari kantor setelah dihubungi Bw.

Didalam rumah Bw pun tidak hanya ada dua orang, melainkan ada beberapa orang lain berjenis kelamin perempuan. Bahkan, berdasarkan keterangan, UM baru pertama kali kerumah Bw.

Sementara itu, Iman alias Oji, ketua Rt05/05 perumahan Royal Garden, membenarkan jika tidak ada penggerebegan oleh warga kepada UM dirumah BW. Warga hanya menerima adanya laporan keributan, kata Ozi lagi, warga juga tidak menemukan adanya perbuatan Meuseum dirumah BW.

“Kami tegaskan tidak ada penggerebegan kepada UM dirumah BW. Kami hanya menerima adanya laporan keributan dari warga luar, kami juga tidak melihat adanya perbuatan Meuseum,”kata Ozi, ketika didampingi oleh warga lainnya, semisal perangkat RT dan keamanan serta pemuda setempat.(Akew).

Related posts