FKUB Lebak : Pertemuan Dua Generasi untuk Pemeliharaan Kerukunan dan Kolaborasi

Pertemuan FKUB dan Pemuda Katolik. Arahan dan kolaborasi (Foto : 'Dok. FKUB Lebak).

LEBAK – Seperti seorang ayah kepada anak-anaknya yang masih remaja, dan memerlukan  nasihat,   maka Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lebak, Drs. H. Zubaedy Haerudin, menerima kehadiran Pemuda Katolik Pengurus Komisariat Cabang Lebak, di Sekretariat FKUB, Kamis (09/07/26).

“Ini pertemuan dua generasi. Generasi tua seperti saya dan Anda para pemuda Katolik sebagai generasi muda. Pertemuan generasi kolotnial dan generasi milenial,” kata Ketua FKUB Lebak, membuka acara pertemuan, bercanda, agar suasana sedemikian cair.

Bacaan Lainnya

Benar saja, Pemuda Katolik yang diwakili Fransiskus Kurniadi Tulis (ketua), Mario Nugroho (wakil ketua III), dan Fernando Thomas Simandalahi (sekretaris) ini  berkunjung untuk meminta arahan, masukan, dan kolaborasi. Dalam surat ke FKUB Lebak, tanggal 7 Juli 2026, di antaranya, tertulis,  “Kami ingin mendengarkan arahan, masukan, dan kolaborasi untuk mendukung Lebak semakin maju  dan berdaya saing”.

PBM 2006 dan Perbup 2023

“Realitas di kita, Kabupaten Lebak dihuni warga bermacam-macam pemeluk agama, meski memang mayoritas pemeluk agama Islam,” kata Ketua FKUB Lebak.

“Perlu dicatat, bahwa umat mayoritas tak pernah menindas umat minoritas. Selaman ini kita hidup rukun, berdampingan, sambil tenang beribadah menurut agama masing-masing,” tambah Ketua FKUB Lebak.  “Malah, Lebak disebut-sebut sebagai contoh terbaik  kerukunan antarumat beragama di Provinsi Banten,” tambah Ketua FKUB Lebak.

Ketua FKUB Lebak mengajak Pemuda Katolik agar memahami dengan baik Peraturan Bersama (PBM) Nomor 9 dan  Nomor 8 Tahun 2006 dan Peraturan Bupati Lebak (Perbup) Nomor 63 Tahun 2023 tentang Pedoman Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama.

“Kita sangat beruntung punya peraturan  yang disusun oleh  para tokoh umat beragama tingkat nasional,” kata Ketua FKUB Lebak. “Kita pelajari PBM 2006 dan Perbup 2023. Kita diskusikan bersama-sama untuk kita pahami bersama-sama pula.  Maka,  FKUB-lah tempatnya, “kata ketua FKUB Lebak.

“Saya yakin, kalau semua pihak memahami dan melaksanakan peraturan, maka Lebak akan tetap iman aman uman amin,” kata Ketua FKUB Lebak pula. “Konflik terjadi, antara lain,  berawal dari pelanggaran peraturan,” kata Ketua FKUB Lebak lagi.

Kolaborasi,  RUHAY, Buku  

 Setiap pemeluk agama, di Kabupaten Lebak khususnya, bisa  ikut serta membangun daerah, dengan cara dan ciri masing-masing. Pemkab Lebak akan merasa sangat terbantu oleh peran para pemeluk agama, terutama dengan mempraktikkan saling memahami dan toleransi yang benar.

Masalah yang bisa digarap bersama-sama secara kolaboratif (kerja sama) oleh para pemeluk agama. misalnya, penyuluhan kepada pelajar dan generasi muda tentang bahaya-bahaya  penyalahgunaan narkoba, judi, prostitusi, LGBT, dan lain-lain.

“Saya yakin, semua ajaran agama mengharamkan semua itu. Kita bisa bekerja sama (kolaborasi) di sini,” kata Ketua FKUB Lebak. “Namun, ini memerlukan tenaga dan anggaran yang cukup. Biarlah, Pak Bupati atau Bu Ketua DPRD membaca program kolaborasi antarumat beragama ini. Penting untuk mendukung gerakan Lebak RUHAY. Semoga anggarannya disediakan,” harap Ketua FKUB Lebak, serius.

Modal penting Lebak semakin maju dan berdaya saing, seperti harapan Pemuda Katolik,  adalah RUHAY (rukun, unggul, hegar, aman, yakin). “Kita dukung gerakan Lebak RUHAY, terutama melalui pendekatan kerukunan antarumat beragama,” kata Ketua FKUB Lebak.

Pemuda Katolik dan FKUB bisa pula bekerja sama dalam sosialisasi, penyuluhan dan pembangunan kerukunan antarumat beragama. ”Sosialisasi dan pendalaman pemahaman PBM tahun 2006 dan Perbup tahun 2023 harus terus berlangsung. Kita bisa berkolaborasi secara ideal di sini,” kata Ketua FKUB pula.

Pada kesempatan pertemuan itu, FKUB Lebak menyerahkan buku Rumah Ibadah di Citra Maja City, Mozaik Kerukunan Umat Beragama di Kota Baru, produksi tahun 2025.

Buku diserahkan oleh ketua FKUB Lebak, Drs. H. Zubaedy Haerudin, diterima oleh Ketua Pemuda Katolik Pengurus Komisariat Cabang Lebak, Fransiskus Kurniadi Tulis. Kata kunci buku ini, “Akidah Terjaga, Kerukunan Terpelihara” (Dean Al-Gamereau).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait