Kakanwil Kemenkumham Banten Hadiri Pisah Sambut Kalapas Cilegon

KORANBANTEN.COM – Lapas Kelas II A Kota Cilegon menggelar Lepas Sambut Kepala Lapas(Kalapas) yang diadakan di halaman depan Lapas yang dihadiri dari berbagai elemen, pejabat pemda, steakholder baik dari aparat TNI, Polri, maupun pers.

“Saya secara pribadi tidak mengatakan bahwa, kekurangan personil menjadi yang utama tetapi peningkatan kualitas personil itu yang lebih penting,” ujar Kalapas Kelas II A Kota Cilegon lama Masjuno.

Read More

“Setahun kita berjuang untuk mendapatkan predikat WBK dari Kemenpan sebagai salah satu keharusan satker. Sekarang ini semuanya kita sudah berjuang sampai pada hasil akhir di TPN,” imbuhnya.

Pihaknya pun sudah melakukan evaluasi dan sebagiannya kita belum diberikan kepercayaan-kepercayaan untuk mendapat predikat wilayah bebas dari korupsi sebagai salah satu predikat satker yang memang jadi keharusan diseluruh tanah air ini. “Ketika kita juga mendapatkan predikat WBK (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani), artinya melayani kepentingan publik harus disemua sektor, semua bersifat melayani dan melakukan inovasi-inovasi lain guna menunjang pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik lagi,” jelasnya.

“Saya yakin dimasa kepemimpinan pengganti saya bapak Erry, mungkin akan lebih keras lagi berjuang untuk meningkatkan pelayanan, mohon dukungan dari temen-temen media juga. Karena sinergitas dengan awak media itu juga menjadi salah satu fasilitas kami untuk kami mempublikasikan kegiatan-kegiatan yang bersifat peningkatan pelayanan publik makanya temen-temen media ini menjadi stakeholder yang paling harus kami jaga kemesraannya,” kata Masjuno.

Selain itu, Remisi Lapas sudah diberikan semuanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kita berikan kepada umat kristiani, karena bertepatan dengan moment Hari Natal,”ungkapnya

Sementara itu, sebagai Kalapas Kelas II A Kota Cilegon yang baru Erry Taruna menyampaikan, ia akan bekerja sesuai dengan tugas yang ada. Menurutnya, jumlah personel tidak begitu bermasalah dan bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada dengan semaksimal mungkin.

“Memang dari segi jumlah personel Lapas Cilegon berbeda dengan tempat saya dulu, di sana memilki 95 personel, tapi disanakan rata-rata teroris tidak seperti di sini yang super maksimum lah,” ucapnya.(*)

Related posts