Menyebarkan dan Menyuburkan Kerukunan ke Desa Terjauh : Empat Beban di Pundak Bupati  Lebak Asyidiki

Bupati Lebak H. Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, S.H. siap ke desa terjauh untuk acara sosialisasi pemantapan kerukunan antarumat beragama (Foto : Dok. FKUB Lebak)

LEBAK – Setidak-tidaknya, ada empat beban   di pundak Bupati Lebak H. Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, S.H. berkaitan dengan kerukunan umat beragama di kabupaten yang dipimpinnya itu.

Keempat perkara itu melekat pada dirinya,  bahkan di antaranya, janji politik saat kampanye pada pemilihan serentak, tahun 2024. Untukjanji politik ini,  ada hak warga menagihnya, bahkan menggugatnya kalau tak juga dilaksanakan. Warga berhak membentuk komunitas penagih janji kampanye bupati dan wakil bupati.

Bacaan Lainnya

Pertama,  karena  jabatannya sebagai bupati yang ditugasi  memelihara kerukunan antarumat beragama, sebagaimana bunyi Ayat (2), Pasal 3, Bab II, PBM 2026. Ini besifat nasional untuk para bupati dan wali kota se-Indonesia.

Kedua, sebagai pengarah dalam Dewan Penasihat FKUB Lebak, sebagaimana Keputusan Bupati Lebak Nomor 200/KEP/.80-BANKESBANGPOL/2024.Pengarah, tentu saja, dalam keputusan Bupati itu, harus bertenaga, ada untuk kerja di lapangan.

Ketiga, Bupati Lebak sebagai  penerus pelaksanaan Peraturan Bupati (Perbup Lebak) Nomor 63 Tahun 2023 tentang  Pedoman Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Lebak.

Keempat,  janji politik RUHAY (rukun, unggul, hegar, aman, yakin), pada saat kampanye pemilihan tahun 2024. Kampanye RUHAY sebetulnya janji berdua dengan wakil bupati Lebak (Ir. H. Amis Hamzah, M.Si.), yang pelaksanaannya jadi tanggung jawab berdua pula.

Bupati Asyidiki menyadari betul keempat beban  itu, karena memang  melekat pada dirinya. Rukun dalam kampanye RUHAY ditempatkan pada bagian pertama sebagai isyarat  pentingnya rukun sebagai fondasi pembangunan di segala bidang. Unggul,hegar, aman, dan yakin akan runtuh tanpa rukun.

Bupati Asyidiki Sedang Ruhay

Ketua FKUB Lebak, Drs. H. Zubaedy Haerudin  mengakui,  Bupati Asyidiki mengontaknya secara  langsung, lalu menyampaikan kabar baik,  cukup signifikan: menambahan anggaran FKUB.

“Alhamdulillah, kabar baik dari Pak Bupati. Anggaran FKUB untuk tahun 2027 insya Allah akan ditambah. Ini sangat menggembirakan kami  semua,pada saat FKUB amat sangat membutuhkan tambahan anggaran,” kata Ketua FKUB.  “Bupati Asyidiki, tampaknya saat ini sedang ruhay (semangat menyala),    lalu   berpaling lebih serius ke FKUB Lebak.“  tambah ketua FKUB.

Asal tahu saja,  anggaran FKUB tahun 2025 lalu sebesar Rp50 juta, kini masih “gaib”, meski bisik-bisik terdengar juga akan memperoleh jumlah anggaran yang sama dengan tahun sebelumnya. “Janji Pak Bupati adalah sebuah harapan.FKUB lebih bertenaga untuk bergerak,” kata Bendahara  FKUB, Drs. H. Ade Muslih.

Asal tahu saja,  diakui Ade Muslih, anggaran FKUB tahun 2026dsan tahun 2025 lalu sebesar Rp50 juta, kini masih “gaib”, meski bisik-bisik terdsengar juga tahun 2027 nanti akan memperoleh anggaran yang sama dengan tahun sebelumnya.  “Janji Pak Bupati adalah sebuah harapan, sehingga FKUB akan  lebih  bertenaga untuk bergerak,” kata Ade Muslih pula.

Sosialisasi : Bupati dan FKUB

Sebagai tindak lanjut janji Bupati Lebak, FKUB menggelar rapat penyusunan program tahun 2027, Rabu kemarin (6/10/26).  Program yang sudah disepakati,  dalam rapat itu, terutama  sosialisasi PBM 2006 dan Perbup 2023, sampai merata ke desa dan kelurahan.

Sosialisasi PBM 2006 dan Perbup 2023 selama ini, diakui Sekretaris FKUB, Kiai Ade Bujhairimi, SPd.I., M.Pd, hanya sampai di tingkat desa dan  kelurahan yang terdekat saja di seputar kota.  Belum sampai ke desa  terjauh.

Dalam acara-acara  sosialisasi PBM 2006 dan Perbup 2023 itu, tentu saja, kata Sekretaris FKUB pula, Bupati Asyidiki  akan dilibatkan secara langsung, mungkin jadi narasumber, menyampaikan sambutan atau pengarahan, dan  lain-lain.

Bupati Asyidiki, seperti dikonfirmasi Ketua FKUB, sudah menyatakan kesiapannya jadi narasumber atau membuka acara dan menyampaikan sambutan pengarahan. “Pak Bupati sudah siap menyebarkan dan menyuburkan kerukunan  umat beragama melalui sosialisasi bersama FKUB,” kata Ketua FKUB.

Bagian Kesra,  Siap Mendampingi

Keterlibatan  Bupati  Asyidiki dalam pemantapan kerukunan umat beragama sampai ke desa terjauh  itu, otomatismendorong Bagian Kesra Pemkab Lebak untuk semakin aktif bergerak mendampingi Bupati.

“Kami akan lebih banyak berperan pula untuk mengimbangi peningkatan perhatian Pak Bupati  terhadap FKUB,” kata Kabag Kesra Pemkab Lebak Dr. K.H. Iyan Fitriyana, S.H.I., M.Pd.

“Kalau Pak Bupati jadi narasumber sosialisasi, tentu Bagian Kesra siap mendampingi beliau.Acara sosialisasi tertentu yang dihadiri Pak Bupati, lalu jadi narasumber misalnya, tentu acaranya  lebih bernilai,” tambah Dr. Fitriyana, dosen STAI Wasilatul Falah Rangkasbitung yang juga ketua PGRI Kabupaten Lebak itu. (Dean Al-Gamereau)

Pos terkait