Panen Jagung Hasil Kolaborasi KNPI, Dispora dan 234SC

KORANBANTEN.COM-Kolaborasi nyata untuk ketahanan pangan kembali ditunjukkan 234SC Lebak, KNPI Lebak, dan Dispora Lebak.

Ketiganya menggelar kegiatan panen jagung sekaligus edukasi pertanian di Kampung Cilaja Pasir, Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program swasembada pangan yang digagas pemuda Lebak dan didukung penuh oleh Dispora Lebak.

Lahan jagung di Cilaja Pasir menjadi lokasi praktik langsung, bukan hanya untuk panen, tapi juga sebagai kelas terbuka bagi anak-anak dari Sekolah Ilalang.

Ratusan batang jagung yang ditanam beberapa bulan lalu akhirnya dipanen bersama. Anggota 234SC Lebak, pengurus KNPI Lebak, tim DISPORA Lebak, dan warga setempat turun langsung ke ladang.

Hasil panen nantinya akan didistribusikan untuk kebutuhan warga dan sebagian dijual untuk modal tanam berikutnya.

Ketua KNPI Lebak, Cucu Komarudin menyampaikan kolaborasi ini bertujuan membuktikan bahwa pemuda bisa jadi motor penggerak ketahanan pangan di daerah.

“Kami ingin swasembada pangan tidak hanya jadi wacana. Mulai dari tanah sendiri, dengan gotong royong, hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan, Selasa(21/07/2026).

Senada, Wakil Ketua 234SC Lebak Dede Suparman menyebut Cilaja Pasir dipilih karena potensinya besar untuk pertanian lahan kering. Ke depan, lokasi ini akan terus dikembangkan sebagai pilot project pertanian pemuda.

Kepala DISPORA Lebak, Okta yang turut hadir menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat mendukung inisiatif positif dari pemuda. Kegiatan seperti ini tidak hanya mendorong kemandirian pangan, tapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda. DISPORA akan terus hadir mendukung program-program produktif seperti ini,” kata Okta.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan edukasi pertanian untuk anak-anak dari Sekolah Ilalang. Anak-anak diajak melihat langsung proses panen, belajar cara menanam jagung yang baik, hingga pentingnya menjaga ketersediaan pangan.

Para relawan menjelaskan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami. Beberapa anak bahkan mencoba sendiri mencabut jagung dan memipil hasilnya.

“Kami ingin menanamkan sejak dini bahwa pangan itu penting dan bertani itu keren. Anak-anak harus tahu dari mana makanan mereka berasal,” kata salah satu pengajar dari Sekolah Ilalang.

Warga Kampung Cilaja Pasir, Agus Djaelani menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap kolaborasi pemuda bersama pemerintah ini bisa berlanjut dan menginspirasi desa-desa lain di Maja untuk menggarap lahan tidur menjadi lahan produktif.

Dengan semangat yang sama, 234SC Lebak, KNPI Lebak, dan Dispora Lebak berkomitmen akan rutin menggelar kegiatan serupa di titik lain. Targetnya: Lebak bisa lebih mandiri pangan, dimulai dari desa.(Kew/Luk)

Pos terkait