Lima Fakta Mengejutkan tentang MSG

msgMONOSODIUM glutamat atau lebih dikenal dengan MSG adalah salah satu bumbu yang umum digunakan dalam campuran berbagai makanan. Bumbu ini juga salah satu produk makanan yang kerap disalah pahami oleh banyak orang. Untuk itu, kenali dulu lima fakta mengejutkan tentang MSG.

Berikut ini lima fakta mengejutkan tentang MSG, agar tidak salah paham mengenai MSG. Demikian ulasan lengkapnya.

Banyak makanan mengandung MSG secara alami

Monosodium Glutamat atau lebih dikenal dengan MSG memang identik dengan makanan. Tahukah Anda, bahwa secara alamiah MSG sudah terkandung dalam tubuh manusia. Faktanya, manusia menghasilkan 40 gram MSG setiap hari. Begitu juga dengan ASI yang mengandung 10 kali lebih banyak asam glutamat dibandingkan dengan susu sapi. Keju parmigiano reggiano juga mengandung lebih banyak glutamat secara alami. Begitu juga dengan tomat, daging, jamur, kecap, saus ikan, dan asparagus juga mengandung MSG secara alami.

Ini berisi hanya sekira satu-tiga sodium gram meja

Kandungan MSG yaitu 12 persen natrium, sedangkan garam biasa mengandung natrium sekira 39 persen. Bagi mereka yang ingin mengurangi asupan sodium dan natrium sekira 40 persen dalam sehari, garam dapat digantikan dengan MSG tanpa mengurangi cita rasa asin pada makanan tersebut.

Manusia dapat memetabolisme MSG secara alami

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, rata-rata masyarakat mengonsumsi sekira 13 gram setiap hari dari aneka macam protein, dan hanya 0,55 gram MSG setiap hari yang ditambahkan ke dalam makanan. Bahkan pada 1970, 11 orang dewasa mengonsumsi 147 gram MSG setiap hari selama enam pekan dan tidak satu pun yang melaporkan adanya efek samping.

Seseorang telah memulai mitos bahwa MSG tidak baik untuk tubuh

Jika Anda masih percaya pada mitos bahwa MSG tidak baik untuk tubuh, Anda mungkin harus mempertimbangkan sumbernya dari mana. Pasalnya, pada April 1968, sebuah artikel di New England Journal of Medicine salah satu dokter yakni, Dr. Ho Man Kwok mengatakan “Saya telah mengalami sindrom aneh setiap kali saya makan di sebuah restoran China, terutama yang disajikan dari makanan China utara,” tulisnya.

“Sindrom yang biasanya dimulai 15 sampai 20 menit setelah saya makan hidangan pertama, berlangsung selama sekitar dua jam, tanpa efek mabuk. Gejala yang paling menonjol adalah mati rasa di bagian belakang leher, secara bertahap menjalar ke kedua lengan dan punggung, kelemahan umum dan jantung berdebar,” lanjut tulisannya. Kendati demikian, artikel tersebut tidak menjelaskan secara khusus tentang MSG. Kini dunia tahu bahwa hal ini memulai ketakutan besar pada industri kuliner di abad ke 20.

Ada mitos MSG identik dengan makanan Tiongkok

Setelah pemberitaan pada 1968 yang menyebabkan mitos besar keburukan MSG. Muncul lagi bahwa MSG adalah selalu identik dengan makanan Tiongkok. Padahal, penelitian telah dilakukan oleh badan pemerintah dan akademis secara resmi yang dilakukan tiga kali pada 1958, 1991, dan 1998, bahwa MSG tidak memberi dampak negatif pada kesehatan.

Jika Anda mengalami hal-hal yang menyangkut MSG dan dampak kesehatan memburuk setelah mengonsumsi makanan Tiongkok, lebih baik berpikir ulang tentang garam, lemak, rempah yang terdapat pada makanan tersebut. MSG sama sekali bukan penyebab utama.

sumber :okezone.com