Eksistensi Media Komunikasi Tradisional

KORANBANTEN.COM-Tari Lenong KSBK Kota Tangerang meraih juara satu pada Festival Media Komunikasi Tradisional yang diadakan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten pada Jumat (23/08/2019) di Alun-alun Kota Serang, Banten.

Sebagai juara 1, Tari Lenong yang merupakan kolaborasi Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Budaya dan Pariwisata dan Komunitas Seni Budaya Kota Tangerang akan mewakili Provinsi Banten di tingkat nasional yang akan diadakan di Provinsi Bangka Belitung. Festival yang dibuka Kepala Dinas Diskominfo Provinsi Banten Komari bersamaan dengan perayaan HUT Kota Serang ke- 12.

Read More

Selain Tari Lenong, seni tradisional khas Banten adalah Ubruk, Reog, Silat, serta tari topeng, yang pada masa lalu selalu manggung pada acara-acara hajatan, perkawinan, khinatan, serta acara seremonial Pemda. Ciri khas kesenian ini diiringi sinden, musik tradisional, tarian, dialog, pantun, dan dibawakan secara jenaka dan humoris.

Pada masa orde baru dibawah kepemimpinan Presiden Soeharto (1965-1998), kesenian tradisional dijadikan media untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan. Pada saat mereka tampil, selalu disisipkan berbagai pesan tentang Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, program Keluarga Berencana, serta ajakan untuk mensukseskan transmigrasi. Melalui media TVRI, RRI, dan acara-acara resmi pemerintah, kesenian tradisional cukup berhasil menjadi corong pemerintah dalam menyampaikan pesan pembangunan.

Di era digital yang ditandai dengan tumbunya media sosial, media online, dan internet yang cukup pesat, informasi dan pesan begitu sangat mudah didistribusikan. Setiap orang dapat mengirim pesan dalam berbagai bentuk dan format, sesuai dengan yang diharapkan. Tak ayal, limpahan informasi mengalir melalui media sosial dan media online, tanpa bisa dibendung lagi. Sehingga pemerintah dalam kasus tertentu, menghentikan jaringan internet agar masyarakat tidak dapat melakukan komunikasi.

Bagaimana peran seni tradisional sebagai media komunikasi pembangunan di era digital saat ini? Lenong, Ubruk, dan Tari Topeng tetap memiliki peran strategis dalam mendorong masyarakat untuk ikut terlibat dalam program-program pemerintah. Tentunya selama pesan yang disampaikan, dikemas dalam bahasa kaum minelial. Pesan pembangunan bukan menyampaikan program sekolah gratis atau berobat gratis. Tapi pesan yang kemas berisi tantangan yang akan dihadapi masyarakat setelah sekolah dan biaya berobat gratis. Serta bagaimana masyarakat mempersiapkan diri menghadapi tantangan global di era revolusi industri 4.0, dimana teknologi dalam semua lini sudah menggunakan kecerdasan buatan. Bukan lagi bicara tentang pengobatan gratis, tapi bagaimana memanfaatkan teknologi, untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit.

Selama pesan dikemas seperti contoh diatas, media komunikasi tradisional tetap mendapatkan peran sebagai bagian untuk mendorong partisipasi masyarakat agar terlibat dalam setiap program pemerintah. (media sucahya)

Related posts