Oleh : AJENG AULIA RAHMA PUTRI
Mahasiswi semester 4 dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan jurusan Ekonomi Syariah.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi keuangan (fintech) berbasis syariah semakin pesat. Fintech Syariah sendiri adalah layanan keuangan berbasis teknologi yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam, yaitu tidak melibatkan unsur riba (bunga), gharar (ketidakpastian berlebihan), dan maysir (perjudian).
Fintech syariah hadir sebagai solusi keuangan yang tidak hanya mengedepankan efisiensi, tetapi juga prinsip-prinsip Islam, termasuk dalam pengelolaan zakat.
Sebagai salah satu pilar utama dalam ekonomi Islam, zakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan umat dan mengurangi ketimpangan sosial.
Oleh karena itu, dengan memanfaatkan teknologi digital, fintech syariah memungkinkan masyarakat untuk membayar zakat secara online, memantau distribusi zakat secara real-time, serta memastikan dana yang disalurkan tepat sasaran.
Beberapa manfaat utama fintech syariah dalam pengelolaan zakat antara lain,
Kemudahan Akses dan Peningkatan Kepatuhan
Aplikasi fintech syariah memungkinkan muzaki untuk membayar zakat dengan lebih mudah, tanpa harus datang langsung ke lembaga amil zakat.
Hal ini berpotensi meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat mereka.
Transparansi dan Akuntabilitas
Melalui teknologi blockchain dan sistem pencatatan digital, fintech syariah dapat memastikan bahwa dana zakat dikelola dengan transparan.
Muzaki dapat melihat laporan distribusi zakat secara langsung, sehingga meningkatkan kepercayaan mereka terhadap lembaga pengelola zakat.
Efisiensi dalam Pendistribusian Dana
Dengan sistem digital, fintech syariah dapat mempercepat proses distribusi zakat kepada mustahik yang membutuhkan, sehingga dana dapat digunakan secara optimal untuk memberdayakan ekonomi umat.
Integrasi dengan Program Pemberdayaan Ekonomi
Beberapa platform fintech syariah tidak hanya berfokus pada pengumpulan zakat, tetapi juga mengintegrasikannya dengan program pemberdayaan ekonomi, seperti pembiayaan mikro syariah dan pelatihan keterampilan bagi mustahik agar mereka dapat mandiri secara finansial.
Dampak fintech syariah terhadap ekonomi berbasis zakat yaitu, meningkatkan Peran Zakat sebagai Instrumen Pembangunan Ekonomi
Zakat bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga instrumen ekonomi yang dapat mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat.
Dengan adanya fintech syariah, potensi zakat sebagai sumber pendanaan sosial dapat lebih dimaksimalkan untuk berbagai program ekonomi, seperti modal usaha bagi UMKM berbasis syariah.
Meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah
Salah satu tantangan dalam pengelolaan zakat adalah rendahnya inklusi keuangan di kalangan masyarakat miskin. Dengan fintech syariah, akses ke layanan keuangan berbasis zakat dapat diperluas, sehingga masyarakat yang sebelumnya sulit dijangkau dapat memperoleh manfaat dari dana zakat.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Keadilan
Ekonomi berbasis zakat berorientasi pada keadilan sosial dan distribusi kekayaan yang merata. Fintech syariah dapat memastikan bahwa dana zakat dialokasikan dengan tepat untuk sektor-sektor yang membutuhkan, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tantangan dan solusi dalam implementasi fintech syariah untuk zakat yaitu:
Kurangnya Literasi Digital dan Keuangan Syariah
Masih banyak masyarakat yang belum memahami konsep fintech syariah dan bagaimana cara menggunakannya. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan sosialisasi yang lebih luas agar fintech syariah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Keamanan dan Kepercayaan terhadap Platform Digital, keamanan data dan kepercayaan terhadap platform digital menjadi salah satu faktor krusial dalam penggunaan fintech syariah.
Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang ketat serta pengawasan yang transparan untuk memastikan bahwa fintech syariah berjalan sesuai dengan prinsip syariah dan memiliki standar keamanan yang tinggi.
Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan Syariah dan Pemerintah
Agar fintech syariah dapat memberikan dampak maksimal dalam pengelolaan zakat, perlu adanya kerja sama antara platform fintech, lembaga amil zakat, perbankan syariah, serta pemerintah. Regulasi yang jelas dan kebijakan yang mendukung akan memperkuat ekosistem fintech syariah dalam pengembangan ekonomi berbasis zakat.
Fintech syariah memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi berbasis zakat dengan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inklusivitas dalam pengelolaan dana zakat. Namun, tantangan dalam penerapannya perlu diatasi dengan strategi yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan pelaku fintech menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekosistem ekonomi berbasis zakat yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh masyarakat.