Redupnya Kegiatan Sosial Kemasyarakatan

Oleh : Madsari

Seiring dengan perkembangan zaman modern saat ini, keberadaan kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan di Kota Cilegon, khususnya di Rawa Arum, Kecamatan Grogol semakin redup geliatnya karena tergerus oleh zaman yang orientasinya lebih mengacu pada pembangunan globalisasi.

Read More

Seperti yang diungkapkan Madsari yang lahir di Rawaarum. Menurutnya, semakin menggeliatnya kapitalisme yang dibawa dunia industri membuat pola hidup masyarakat khususnya generasi muda menjadi apatis dan pragmatis karena mengikuti pola hidup sekelarisme yang terus berkembang.

“Sangat miris dan ironis melihat realitas zaman sekarang, dalam bab kegiatan sosial keagamaan seperti organisasi Remaja Musholla/Masjid (Risma) saja diduga sudah banyak yang fakum di Rawaarum, Grogol,” ucap Madasari.

Salah satu contohnya, lanjut Madasari, seperti ketika ada salah satu warga Rawa Arum yang meninggal, untuk baca Yasiin dan menemani sohibul musibah yang sedang berduka, masih minim.

Lebih lanjut, Madsari juga menjelaskan perihal eksistensi organisasi sosial keagamaan yang mulai redup di kampung halamannya tersebut.

Ditambahkanya, kalau memang ada, jangan hanya simbol karena nyatanya dalam urusan sosial keagamaan mereka tampak tidak terlihat. Dulu organisasi itu selalu hadir dalam kegiatan sosial keagamaan seperti pengajian rutin mingguan dan aktif mengaji di kediaman sohibul musibah, bukan hanya kegiatan ceremonial atau kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) saja. Akan tetapi harus aktif dalam hal berbagai bidang kegiatan kemasyarakatan.

Sebagai masyarakat, Madsari mengaku merasa prihatin dan menyayangkan dengan kondisi tersebut di wilayah atau tempat kelahiranya.

“Masa ada keluarga sohibul musibah, risma dan lembaga sosial kemasyarakatan maupun lembaga mitra pemerintahan setempat tidak ada kepedulian dan perhatianya terhadap warga yang sedang mengalami musibah,” pungkasnya.

Related posts