Rehabilitasi Hutan Beragam Manfaat Macademia, Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat

KORANBANTEN.COM – Dalam upaya rehabilitasi hutan dan lahan sekaligus sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat, pemerintah mulai mengembangkan jenis tanaman Macadamia yang sudah mulai ditanam daerah sekitar Danau Toba, Sumatera utara. Tanaman yang berasal dari Australia dan Sulawesi ini dapat diintegrasikan dengan budidaya lebah madu, nilam dan teknologi arang terpadu. Dengan demikian, selain mendukung rehabilitasi hutan dan lahan juga sekaligus sebagai sumber pendapatan masyarakat.

“Pemilihan jenis tanaman Macadamia integrifolia sebagai tanaman rehabilitasi hutan dan lahan, khususnya di kawasan Danau Toba, saya pandang tepat karena jenis tanaman ini mampu menahan erosi tanah, serta tahan terhadap kebakaran, dan buahnya yang dapat dikonsumsi masyarakat, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat memberikan arahan dalam acara Peresmian Pengembangan Macadamia Dalam Rangka Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Tahun 2019, di Desa Huta Ginjang, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Read More

Jenis tanaman ini dipilih karena sebagai pengganti tanaman hortikultura. Macadamia berumur 6 tahun sudah dapat menghasilkan kacang macadamia. Potensi pendapatan bagi masyarakat juga cukup menjanjikan, mulai dari 200 juta hingga 1 miliar rupiah per hektarnya, tergantung seberapa produktif kacang yang dihasilkan..

Dihadapan ratusan tamu undangan dan masyarakat sekitar, Menko Darmin mengingatkan pentingnya peran hutan dan pohon dalam menjaga keseimbangan kehidupan yang berlangsung di bumi.

“Setiap pohon bisa menjadi solusi dalam mencegah bencana alam seperti longsor, banjir dan kekeringan. Oleh karena itu, menanam pohon menjadi kontribusi yang nyata untuk perbaikan lingkungan,” tegas Menko Darmin. (Sumber : ekon.go.id)

Related posts