TERAS RAMADAN 1441 H: Empat Pertanyaan, Satu Jawaban

Istigfar

Read More

            Seorang ulama, Al-Hasan Al-Bashry,  suatu hari kedatangan empat rombongan tamu. Rombongan tamu pertama mengeluh karena masa paceklik yang berkepanjangan. Al-Hasan Al-Bashry meminta mereka istighfaar. Berikutnya, dating rombongan tamu kedua. Mereka mengeluh karena miskin. Al-Hasan Al-Bashry meminta pula mereka istighfaar. Rombongan tamu ketiga mengeluh karena tempat tinggal mereka dilanda musim kemarau. Al-Hasan Al-Bashry pun meminta mereka istighfaar. Rombongan tamu keempat datang. Mereka mengadu belum juga punya anak, padahal sudah lama menikah. Al-Hasan Al-Bashry pun memintahal yang sama, istighfaar.

            Keempat rombongan itu bertemu di satu tempat, tanpa mereka rencanakan sebelumnya. Terungkaplah, baru saja mereka bertamu kerumah Al-Hasan Al-Bashry, menyampaikan persoalan yang berbeda, tetapi dengan jawaban yang sama  :istighfaar.

            Keempat rombongan tamu itu sepakat bertamu kembali kerumah Hasan Al-Bahsry. Mereka ingin meminta penjelasan, karena tak memahami satu jawaban istighfaar untuk empat pertanyaan (permintaan) yang berbeda. Mereka berpikir, seharusnya empat pertanyaan yang berbeda itu harus dijawab dengan empat jawaban yang berbeda pula. 

            Al-Hasan Al-Bashry menjawab pertanyaan mereka dengan surat Nuh : 10 – 12.  Mereka baru paham, dan pulang dengan jawaban yang sangat memuaskan. Keempat pertanyaan mereka, memang, semua terangkum dalam surat Nuh  10 – 12  itu.  Semua bermuara pada jawaban yang sama :istighfaar (mohon pengampunan kepada Allah S.W.)

Istigfar dalam Al-Qur’an

            Beberapa ayat istigfar dalam Al-Qur’a, (a) surat Nuh : 10 – 12,  disampaikan Nabi Nuh A.S. sebagai nasihat untuk umatnya. Dengan istigfar, hujan turun, mendapat rezeki, dan punya keturunan, (b) surat Hud : 3. Allah S.W.T. Dengan istigfar, akan memberikan kenikmatan yang baik, juga memberikan karunia-Nya, (c) surat Hud : 52. Dengan isitigfar dan tobat,  hujan deras akan turun, juga bertambahnya kekuatan di atas kekuatan, dan (d) surat Al-Anfal : 33 menyebutkan bahwa Allah takakan menghukum orang-orang yang istigfar.

Istigfardalam As-Sunnah

Rasulullah selaluber-istigfar, setiap hari, lebih dari 70 kali (Hadis dari Abu Hurayrah, dicatatoleh Imam Muslim). Kita mengucapkan istigfar, tiga kali, usai salat wajib dalam rangkaian doa dan zikir. (Hadis dari Sawban, dicatat oleh Imam Muslim, Imam Ibnu Khuzaymah,  Imam Ibnu Hibban, dan lain-lain).

Rasulullah ber-istigfar 100 kali setiap hari.  (Hadis dari Al-Agarry Al-Muzany, dicatat Imam Muslim).  Isitigfar Rasulullah S.A.W. di antaranya, “Rabbi ‘ighfirliywa tub ‘alayya, innakaanta ‘t-tawwaabu ‘r-rahiim (ya Allah! Ampuniaku (dari dosaku). Beri tobataku, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Tobat, Maha Penyayang) (hadis dari Ibnu Umar, dicatat Imam Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzy).

Istigfar yang lain, “astaghfirullaahawaatuubhuilayhi (aku mohon ampun kepada Allah dan An-aku bertobat pada-Nya (hadis dari Abu Hurayrah, dicatat Imam An-Nasaiy).

Istigfar yang lain lagi,  “Rabbighfirlywatub ’alayyainnaka anta  tawwaabu ‘l-ghafuur” (ya Allah! Ampuniaku (dari dosaku). Beri tobataku, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Tobat, Maha Pengampun” (kitab Shahiihu ‘l-Adzzkaari, hanya menyebut dalam suatu riwayat). (Dean Al-Gamereau)

Related posts