Wahyu Papat: WH Harus Punya Solusi

KORANBANTEN.COM – Pengelola Pantai Pasir Putih Sirih Anyer, Wahyu Papat Juniantara, menilai Gubernur Banten tidak punya solusi terkait dampak negatif setelah keluarnya kebijakan penutupan seluruh destinasi wisata di Banten mulai tanggal 15 Mei pukul 21.00 WIB hingga 30 Mei 2021.

Dampak negatif dari peraturan itu antara lain nasib para pedagang kecil yang berjualan terutama di kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Bacaan Lainnya

“Kalau memang mau ditutup solusinya apa. Pemerintah jangan melihat pengelola pantai lah, Insya Allah kita mah masih berkecukupan. Tapi lihat pedagang-pedagang kecil yang lainnya yang sudah nyetok, gadai kendaraan, bela-belain ngutang atau pinjam modal untuk jualan,” kata Papat kepada awak media, Minggu (16/5/2021).

“Jujur saja saya sedih, nangis. Sedih bukan karena pantai tutup, tapi saya tahu pedagang-pedangang di pantai itu banyak orang yang engga mampu,” sambungnya.

Menurut Papat, seharusnya Gubernur Banten Wahidin Halim punya solusi yang ditawarkan kepada para pedagang ketika akan mengeluarkan peraturan tersebut, misalnya pariwisata tetap dibuka dengan pembatasan jumlah pengunjung.

Seperti halnya sejumlah mall di wilayah Banten tetap dibuka namun dengan syarat pengunjung dibatasi dan menerapkan protokol kesehatan.

“Sedangkan di mall-mall tetap dibuka. Tapi mall juga ada solusinya, ada jamnya ditutup jam 7 atau jam 8 malam, dibatasi pengunjungnya walaupun tidak sesuai. Tapi setidaknya harus ada solusi,” ungkapnya.

“Kalau memang gubernur enggak mampu mendingan mundur aja jadi gubernur karena solusinya engga ada. Sekarang kan perekonomian kita ini lg terpuruk lho. Dia main keluarin begitu aja tapi engga ada solusinya,” tegas Papat.

Ia mengaku harus mengembalikan uang kepada para tamu sejak adanya kebijakan penutupan sejumlah destinasi wisata diberlakukan. Namun dirinya belum tahu secara rinci berapa total keseluruhan uang yang dibalikkan.

Masih kata Papat, sektor pariwisata merupakan salah satu upaya memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Hal ini otomatis berpengaruh pada meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Banten.

“Padahal wisata kan bisa untuk memulihkan ekonomi, meningkatkan PAD di Banten. Bukan untuk pengusaha atau pegadang di pantai saja tetapi untuk pemerintah juga, semua daerah dong,” katanya.

Seperti diketahui, Gubernur Banten Wahidin Halim mengeluarkan instruksi melalui surat edaran bahwa seluruh tempat wisata di kabupaten/ kota di wilayah Banten agar ditutup sementara.

Hal ini dikarenakan melonjaknya pengunjung wisata di tengah pandemi covid-19 sehingga dikhawatirkan rawan terjadinya penyebaran kasus virus korona klaster wisata dampak dari kerumunan massa. (yogi)

Pos terkait